English-Indonesia (Proverbs and Idioms)

PROVERB
1. Bertindak lebih baik daripada berbicara
2. Tidak semua kemegahan itu adalah emas
3. Buah yang jatuh pasti tidak jauh dari pohonnya
4. Air beriak tanda tak dalam
5. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali
6. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya
7. Bersyukurlah atas apapun yang telah dimiliki
8. Lingkungan dan teman adalah cerminan diri sendiri
9. Jangan menilai seseorang dari penampilannya
10. Jangan memaksakan kehendak

IDIOM
1. Karena keberuntungan bukan karena keahlian
2. Membuat situasi yang buruk menjadi makin buruk
3. Tercetak dengan jelas
4. Perasaan sangat tidak senang
5. Mengalahkan seseorang dengan penuh pemahaman
6. Bermuka sangat jelek
7. Merasa sangat menarik
8. Menarik perhatian seseorang
9. Dalang perselisihan
10. Pensiun
source : http://duniaterjemah.com/wp-content/uploads/2013/10/The-Assignment-of-Translation-1-December-9-2013.docx
9 Kesalahan Kecil Penerjemahan yang Menyebabkan Masalah Besar
Mengetahui cara berbicara dalam dua bahasa bukan berarti tahu cara menerjemahkannya. Penerjemahan adalah kemampuan khusus yang dikembangkan dengan kerja keras. Berikut 9 contoh dari buku yang menunjukkan bahwa pekerjaan menerjemahkan memiliki bisa menimbulkan taruhan yang besar
1. Tujuh puluh satu juta dolar kata
Pada tahun 1980 terjadi kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh staf dwibahasa di rumah sakit florida yang salah mengartikan istilah bahasa Spanyol ke Bahasa Inggris yang menyebabkan pasien yang dirawat mendapat penanganan yang salah sehingga pasien tersebut menjadi lumpuh. Akibat hal ini rumah sakit dikenakan denda 71 juta dolar atas perbuatan malpraktik.
2. Girah anda untuk masa depan
Kesalahan penerjemahan ini terjadi ketika Presiden Carter berkunjung ke Polandia pada tahun 1977 dimana sang Presiden salah mengucapkan kata yang kurang tepat penggunaannya yaitu kata “abandon” dan “lust” yang diakibatkan oleh penerjemah yang penafsirannya kurang professional dalam hal tersebut.
3. Kami akan mengubur anda
Dalam hal ini penerjemah menerjemahkan pidato Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev dengan cara yang agak terlalu literal dimana kata-kata yang diterjemahkan seolah-olah menjadi ancaman yang mengerikan yaitu kata “we will bury you” atau “kami akan menguburmu” yang pada arti sebenarnya lebih merujuk ke ” "kita akan hidup untuk melihat Anda terkubur " atau " kami akan hidup lebih lama dr Anda . "

4. Tidak melakukan apa-apa
Pada tahun 2009 , HSBC bank harus meluncurkan $ 10 juta kampanye rebranding untuk memperbaiki kerusakan yang dilakukan ketika slogannya yang " tidak mengasumsikan apa-apa" itu salah diterjemahkan sebagai " tidak melakukan apa-apa " di berbagai negara .
5. Jatuhnya Pasar
Kepanikan terjadi di pasar valuta asing dunia yang disebabkan oleh seorang penerjemahan bahasa Inggris yang tidak professional di sebuah artikel oleh Guan Xiangdong dari China News Service memperkecil di Internet . Artikel aslinya kasual , gambaran spekulatif dari beberapa laporan keuangan , namun terjemahan bahasa Inggris terdengar jauh lebih memerintah dan konkrit.
6. Apa yang ada di Kepala Musa ?
. Ketika Musa turun dari Gunung Sinai kepalanya memiliki " cahaya " atau , dalam bahasa Ibrani , " karan . " Tapi Ibrani ditulis tanpa huruf hidup , dan St Jerome telah membaca " karan " sebagai " keren " atau " bertanduk . " Dari kesalahan ini muncul berabad-abad lukisan dan patung Musa dengan tanduk dan stereotip ofensif aneh orang Yahudi bertanduk .
7. Coklat untuknya
Hari Valentine di Jepang , penerjemahan yang salah dai satu perusahaan memberi orang gagasan bahwa itu adalah adat bagi wanita untuk memberikan coklat untuk orang-orang pada hari libur (14 Februari) , dan pada tanggal 14 Maret pria membalas budi
8. Anda Harus Mengalahkan Sheng Long
Pada video game Jepang Street Fighter terjadi salah penerjemahan dimana si pemain game yang harusnya mengalahkan “rising dragon punch”  oleh seorang translator diganti menjadi “Sheng Long” yang mana karakter tersebut tidak ada dalam video game tersebut
9. Kesalahan pada Waitangi
Terjadi kesalahan pada penandatanganan perjanjian yaitu pada teks "Cede to Her Majesty the Queen of England absolutely and without reservation all the rights and powers of Sovereignty." Pada terjemahan  Maori oleh British missionary, mereka tidak menyerahkan kedaulatan, tapi kepemerintahan.
Sumber :  http://mentalfloss.com/article/48795/9-little-translation-mistakes-caused-big-problems#ixzz2mMtFqwel


Chapter 13: Bahasa dan Gaya – Penerjemahan
Jika anda seorang yang bekerja pada lingkungan dengan beragam bahasa, jurnalis contohnya. Anda akan menemukan tugas penerjemahan. Entah itu pada saat mengumpulkan informasi pada suatu bahasa dan menulisnya di lain bahasa atau bahkan menulis sebuah cerita dalam suatu bahasa dan menulisnya lagi di lain bahasa. Jika anda memiliki kemampuan dari kedua bahasa tersebut dan mengikuti beberapa peraturan sederhana, menerjemahkan bukan hal yang sulit dilakukan.
Prinsip dasar  penerjemahan
Hal pertama yang harus di ingat adalah penerjemahan adalah proses pemindahan makna dari satu bahasa ke bahasa lain.  Yang harus dilakukan dalam hal ini ialah penerjemahan dilakukan  pada makna yang diujarkan tidak pada kata per kata
Langkah mudah dalam penerjemahan
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Baca cerita dari sumber asli dan pahami isinya dari awal sampai akhir
2. Buatlah draf  terjemahan teks tersebut
3. Lihat kembali draf terjemahan yang telah dibuat dan perbaiki terjemahan pada draf tersbeut tanpa melihat sumber asli
4. Bandingkan hasil akhir terjemahan kita dengan sumber asli untuk memastikan hasil terjemahan.
False Friend
Kita harus berhati-hati dengan “false friend”. Jika kita tidak bisa atau sulit menerjemahkannya kedalam bahasa lain, maka lebih baik kita dapat mengganti istilah tersebut dengan memberi penjelasan/ pengertian dalam kata atau istilah yang dapat dipahami dalah bahasa sasaran
Kamus
Kamus digunakan dalam penerjemahan. Akan tetapi terkadang dalam kamus ada satu kata yang memiliki beberapa arti. Dalam hal ini kita harus berhati-hati dalam mencari arti suatu kata atau makna dalam kamus karena hal yang lebih penting untuk diperhatikan dalam penerjemahan adalaah konteks kata atau kalimat, bukan kata per kata
Gaya Penulisan
Kita tidak perlu menjadi ahli bahasa agar dapat menerjemahkan dengan baik. Jika kita tahu bahasa sasaran dengan baik, maka itu sudah cukup menjadi bekal dalam penerjemahan.
Beberapa Permasalahan di bidang tertentu
Ada beberapa permasalahan lain yang dapat ditemui dalam penerjemahan. Seperti, Peremehan dan ungkapan pelembut, kata penghubung, kata kerja, ketepatan, ambiguitas
Nama dan gelar
Penerjemahan tentang nama dan gelar masih diperdebatkan mengenai perlu atau tidaknya hal tersebut. Terkadang tidak semua nama dan gelar perlu untuk diterjemahkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita menerjemahkan nama dan gelar tersebut.
Penerjemahan saat pengumpulan berita
Dalam proses pengumpulan berita dari suatu bahasa untuk diterjemahkan ke bahasa lain dapat dilakukan beberapa cara. Seperti, membuat catatan saat wawancara dan mengecek kembali keabsahan bahasa tersebut sehingga fakta yang diperoleh adalah benar adanya. Jika kita hanya bisa menulis beberapa kata ataupun memperoleh tulisan yang baik untuk pada catatan, kita dapat menulis catatan kita dengan bahasa inggris secara langsung saat melakukan wawancara jika kita lancer berbahasa dalam kedua bahasa tersebut. Kita menerjemahkan saat kita mendengar dan menulis.
Sumber ringkasan : http://www.thenewsmanual.net/Manuals%20Volume%201/volume1_13.htm

Isu-isu Budaya dalam terjemahan
Terjemahan tidak hanya perpindahan antara dua bahasa tapi juga antara dua kebudayaan. Transposisi kebudayaan adalah pemberian pada semua terjemahaan sebagai tingkat adaptasi tekstual yang bebas berangkat dari terjemahan secara literal yang maksimal, dan melibatkan penggantian komponen yang akarnya berada dalam budaya SL dengan unsur-unsur yang adat untuk TL. Penerjemah melatih tingkat pemilihan dalam penggunaannya dari fitur adat, dan, hasilnya terjemahan yang sukses tergantung pada perintah penerjemah dari asumsi budaya dalam setiap bahasa di mana ia bekerja.
Penerjemah mungkin lebih memilih bahwa transliterasi budaya dalam memberikan terjemahan optimal daripada kesetaraan budaya.  Pertimbangan yang sama berlaku untuk nama pribadi. Nama dapat diterjemahkan dengan SL atau TL. Keputusan tergantung pada sejauh mana penerjemah ingin memberi sinyal eksotisme dari karakter.
Eksotisme adalah bentuk ekstrem bias SL. Hal tersebut mengambil fitur linguistik dan budaya ke dalam TL dari SL, dengan adaptasi minimal sehingga TT sinyal budaya sumber dan keanehannya. Teknik ini sering disukai dalam terjemahan puisi Cina dan Arab, atau kisah-kisah Islandia, beberapa istilah mungkin perlu dijelaskan kepada pembaca baik eksegetis
Artikel ini juga membahas tentang transportasi budaya, yaitu seluruh transplantasi plot ke dalam setting yang berbeda, dan bentuk-bentuk ekstrim lebih seperti adaptasi. Diskusi dari isu isu budaya menyarankan kepentingan penerimaan kekurangan yang ekuivalen diantara dua bahasa, aspek yang lain dari faktor tak tetap semantic akan didiskusikan pada Tool Kit.

 Sumber : http://www.mml.cam.ac.uk/call/translation/toolkit/4/

Manual Instruction Translation Analysis of Downy Package
No.
English
Indonesia
Analysis
1
Pour Downy®
Tambahkan Downy ®
Generalization technique, because the translator used common term or neutral from word “pour” in English into word “tambahkan” in Indonesia
2
in the last rinse water
pada air bilasan terakhir
Literal translation, because the translator used the grammatical construction which matched in both languages.
3
in washing machine dispenser
atau ke dalam mesin cuci
A. Additional translation, because the translator added word “atau” to deliver meaning.
B. Reduction translation, because the translator omitted “dispenser”.
4
After rinse, dry as usual
Keringkan setelah bilas seperti biasa
Literal translation, because the translator used the grammatical construction which matched in both languages
5
Hand Wash:
Mencuci dengan tangan:
Additional translation, because the translator added word “dengan” to deliver meaning
6
½ cap for 15-20 pieces of garments
pada pembilasan terakhir , tuang sedikitnya setengah tutup botol Downy® untuk 15-20 potong pakaian
A. Additional translation, because the translator added word “pada pembilasan terakhir , tuang sedikitnya” to deliver meaning
B. Literal translation, because the translator used the grammatical construction which matched in both languages on the sentences “½ cap for 15-20 pieces of garments” in English into “setengah tutup botol Downy® untuk 15-20 potong pakaian” in Indonesia
7
Machine Wash:
Mencuci dengan mesin:
Additional translation, because the translator added word “dengan” to deliver meaning
8
1 cap for Full Load (up to 52L water level)
satu tutup penuh untuk seluruh muatan (hingga 52 liter air)
Literal translation, because the translator used the grammatical construction which matched in both language
Source : taken from Downy package
Translation procedures, strategies, and methods
Translation procedures
The translating procedures, as depicted by Nida (1964) are as follow:

I. Technical procedures:
A. analysis of the source and target languages
B. A thorough study of the source language text before making attempts translate it
C. Making judgments of the semantic and syntactic approximations. (pp. 241-45)

  a. In point A :the translator should analyze the source and target language first before translating the source language text because both source language and target language sometimes have different grammatical structure that is should be identified before starting translation project. For example :
·         In English the structure of the sentence is: S-P-O
·         In Turkey the structure of the sentence is: S-O-V

  b. In point B :Having a study through the context of the text before doing translating activity is important that there must be specific criteria that should be brought from the source language to another. For example, culture. The culture itself brings various perceptions that one should know about. It can’t be translated directly by using word-by-word or literal translation, for example to get its own meaning so that the readers from different language or target language are able to understand what is the purpose of the text. In this case the translator could use Modulation technique.
    
        c. In point C :The final step of technical procedure or translation is making judgments of the semantic and syntactic approximation. We know that semantic and syntactic are two elements that have a correlation in constructing the sentence and its meaning. Syntactic has function to change the grammatical structure of the target text in relation to the source text, while Semantics is a branch of linguistics which studies about meaning.  However, there is no completely exact translation between any two languages and as Dr. Miremadi (1991) quoted Werner (1961), the degree of approximation between two language systems determines the effectiveness of the translation.

II Organizational procedure
The organizational procedures involve the general organization of such work, whether in terms of a single translator or, as is true in many instances, of a committee. The technical procedures apply to any and all types of translating, but there are different types of procedural problems (ibid, p.245).
constant reevaluation of the attempt made; contrasting it with the existing available translations of the same text done by other translators, and checking the text's communicative effectiveness by asking the target language readers to evaluate its accuracy and effectiveness and studying their reactions (pp. 246-47).



ASSIGNMENT 2

TRANSLATION TECHNIQUE ANALYSIS



English translation
Indonesian translation
     1.    The first Indonesian youth congress was held in Batavia
Kongres Pemuda Indonesia pertama yang diadakan di Batavia
     2.    capital of the then-Dutch East Indies in 1926
ibukota Hindia-Belanda pada tahun 1926
3.    but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia.

Kongres ini tidak menghasilkan keputusan resmi tetapi hanya mempromosikan ide negara kesatuan Republik Indonesia
4.    In October 1928, the second   Indonesian youth congress was held at three different locations
Dua tahun kemudian tepatnya pada bulan Oktober 1928, diadakanlah kongres pemuda Indonesia kedua yang dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda
5.    In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unityThe second session saw discussions about educational issues.
Pada sesi pertama, terungkaplah harapan bahwa kongres itu sebaiknya menginspirasi rasa persatuan.
Pada sesi kedua diadakan diskusi tentang isu-isu pendidikan
6.    In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28.
sedangkan pada sesi ketiga dan sebagai sesi terakhir, yang diadakan di Jalan Kramat Raya No, 126, pada tanggal 28 Oktober,
7.    participants heard the future   Indonesian national anthem Indonesia Raya
semua peserta mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya”, lagu kebangsaan masa depan Indonesia pada saat
8.    by Wage Rudolf Supratman
yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman
9.    The congress closed with a reading of the youth pledge.

Kongres ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda.

10.  Youth Pledge

Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.



Sumpah Pemuda

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.


11.  Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.


12.  Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, uphold the language of unity, 
Indonesian.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Analysis :
     1.      There are three translation techniques used in number one. Those are :
·         Borrowing technique in the words “kongres” and “Batavia” after being translated into Indonesian language. It is because the translator directly took the word from another language without any alteration.
·         Addition technique in the word “yang” that the word “yang” is an additional word that is appeared after being translated by the translator. That’s way it is called as addition technique
     2.      There is one translation techniques used in number one. It is :
·         Borrowing technique in the word “Hindia” after being translated into Indonesian language. It is because the translator directly took the word from another language without any alteration.
     3.      There is one translation technique used in number 3. It is :
·         Addition technique in the word “kongres ini” and “hanya” that the word “kongres ini” and “hanya” are the additional words that are appeared after being translated by the translator. That’s way those are called as addition technique
    4.      There are two translation techniques used in number 4. Those are :
·         Addition technique in the word “dua tahun kemudian tepatnya” and “yang” that the word “dua tahun kemudian tepatnya” and “yang” are the additional words that is appeared after being translated by the translator. That’s way those are called as addition technique
·         Borrowing technique in the word “Oktober” and “lokasi” after being translated into Indonesian language. It is because the translator directly took the word from another language without any alteration.
    5.      There are two translation techniques used in number 5. Those are :
·         Borrowing technique in the word “sesi” and “isu” after being translated into Indonesian language. It is because the translator directly took the word from another language without any alteration.
·         Modulation technique in the word “sebaiknya” and “diadakan”. I think those words belong to modulation technique because the translator translated the word culturally for the reader from particular palace or culture so that they can get the meaning easily.
    6.      There are two types of translation method in number 6. Those are :
·         Addition technique in the word “sedangkan” and “sebagai” that those words are the additional words that is appeared after being translated by the translator. That’s way it is called as addition technique
·         Borrowing technique in the word Jalan Kramat Raya No, 126” and “oktober” after being translated into Indonesian language. It is because the translator directly took the word from another language without any alteration.
    7.      There are two translation techniques used in number 7. Those are :
·         Addition technique in the word “semua” that the word “semua” is the additional word that is appeared after being translated by the translator. That’s way it is called as addition technique
·         Reduction technique that happens in the word “future”. The translator might feel that the meaning of the text that is translated in Indonesian language is already good without translating the word “future” to Indonesian language.
    8.      There are two translation techniques used in number 8. Those are :
·         Addition technique in the word “yang diciptakan” that the phrase “yang diciptakan” is the additional phrase that is appeared after being translated by the translator. That’s way it is called as addition technique
·         Borrowing technique in the word Wage Rudolf Supratman. It goes without saying that Wage Rudolf Supratman is the name of person so that it should be translated as same as what’s written in the text.
    9.      The translation technique used in number 9 is literal technique because the translator used word by word technique, but it is arranged based on the grammatical structure of the TSa.
   10.  The translation technique used in number 10 is literal technique because the translator used word by word technique, but it is arranged based on the grammatical structure of the TSa.
   11.  The translation technique used in number 11 is literal technique because the translator used word by word technique, but it is arranged based on the grammatical structure of the TSa.

   12.  The translation technique used in number 12 is literal technique because the translator used word by word technique, but it is arranged based on the grammatical structure of the TSa.

http://duniaterjemah.com/wp-content/uploads/2013/10/TRANSLATION-1-Sumpah-Pemuda.docx

1st assignment

Tugas Mata Kuliah Translation 1
(14 Oktober 2013)

Keuntungan-keuntungan penerjemahan
Internet telah menjadi piranti penyamarataan paling terkenal dalam menghubungkan banyak orang dari seluruh dunia. Hal ini juga memungkinkan bisnis untuk menembus pasar global dengan menghubungkan para pelanggan di berbagai macam Negara.
Diluar semua keuntungan yang internet berikan, bahasa masih tetap menjadi tantangan dunia bisnis untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak. Meskipun bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa global komunikasi bisnis, banyak negara masih lebih suka untuk berkomunikasi dalam bahasa lokal mereka). Penerjemahan telah membantu menjembatani kesenjangan ini untuk tingkatan yang luas dengan menyatukan bermacam-macam kelompok dari orang-orang yang berbeda secara bahasa dan budaya untuk bersama, memungkinkan mereka berkomunikasi secara efektif.

Mengapa penerjemahan sangat penting ?
·         Di dunia ini hanya ada sekitar 10% orang yang berbahasa inggris. Terdapat banyak kesempatan yang terbuka lebar untuk mendapatkan pasar daripada memikirkan penggunaan bahasa Inggris, dengan bantuan layanan penerjemahan.
·         Penggunakan internet diseluruh dunia sedang meningkat : orang-orang lebih leluasa melakukan transaksi di dunia maya daripada yang mereka lakukan sebelumnya.
·         Banyak pasar yang sedang berkembang seperti China, Brazil, Mexico, dan lain-lain, memiliki komunikasi bisnis kecil di Inggris. Orang-orang di Negara tersebut terus melakukan komunikasi dengan bahasa mereka sendiri. Penerjemahan membantu melewati dinding lintas bahasa dan berinteraksi dengan orang-orang di Negara tersebut.
·         Karya-karya sastra, buku-buku dan novel-novel butuh diterjemahkan ke beberapa bahasa agara dapat dibaca oleh orang-orang dari Negar-negara lain.



Keuntungan-keuntungan penerjemahan
1.      Dapat menjangkau khalayak luas : mengapa masih bertahan pada pasar lokal saat produk dan layanan anda dapat menjangkau kebutuhan pelanggan yang lebih luas? Penerjemahan membantu bisnis anda menjadi terbuka lebar pada pasar yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya
2.      Perdanganan internet : menjalankan bisnis online adalah hal yang biasa; bahkan jika halaman web anda ditargetkan untuk beberapa orang di sebuah Negara, anda akan sering mendapati orang-orang dari seluruh penjuru dunia mengunjungi halaman web anda. Menerjemahkan isi di halaman web anda ke beberapa bahasa akan membantu pengunjung-pengunjung dari seluruh dunia tau penawaran terbaik anda dan akan membantu meningkatkan pendapatan anda.
3.      Penerjemahan teknis : banayk perbisnisan memiliki  dokumen yang sangat bersifat teknis dan jargon-jargon tertentu yang butuh diterjemahkan; hal ini sering dijumpai di  buku pedoman teknis, brosur-brosur produk, dan lain-lain. Penerjemahan membantu mengubah dokumentasi teknis ke beberapa jenis bahasa, hal tersebut membantu para pengguna di tempat yang berbeda memiliki pemahaman yang lebih baik dengan jargon, di bahasa mereka.
4.      Memahami identitas dan perbedaan budaya : penerjemahan secara sederhana menawarkan sebuah wawasan terhadap budaya dan sikap Negara lain. Contohnya, ketika membaca buku bahasa Inggris oleh pengarang seperti Shakespeare, Agatha Christie atau George Orwell di bahasa lain, kita belajara sesuatu tentang budaya dan mentalitas. Pengalaman yang sama bisa diperoleh ketika menonton film buatan luar negeri dengan anak judul bahasa inggris.
5.      Perjalanan dan kepariwisataan : salah satu dampak yang paling besar mungkin adalah bahwa penerjemahan telah terdapat didalam tempat wisata. Penerjemahan telah memungkinkan orang-orang dari satu Negara sangat menghargai dan memahami budaya dan kecantikan dari Negara lain.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa penerjemahan memiliki beberapa keuntungan; penerjemahan secara tiba-tiba telah membuat dunia yang besar menjadi terlihat kecil.


                                                Sumber: http://www.outsourcingtranslation.com/articles/advantages-of-translation.php